Selamatdansukses’s Blog

Just another WordPress.com weblog

PERKEMBANGAN,PSIKOLOGI

MAKALAH
Psikologi perkembangan 1

Tentang:
Perkembangan anak usia 2-5
( Berfikir, social, dan Usaha peningkatannya)

Oleh:

TAUHID
408587

Dosen Pembimbing:
Mulyadi, S.Ag, M.Pd.

JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
IMAM BONJOL PADANG
1429 H / 2008 M

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis mampu menyelesaikan tugas yang judul “PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-5 TAHUN” penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas yang di berikan oleh bapak dosen mata kuliah psikologi perkembangan.
Di dalam makalah ini penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1, Bapak mulyadi, S, Ag. M,Pd. Sebagai dosen mata kuliah psikologi perkembangan
2, Rekan-rekan yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Semoga bantuan, bimbingan dan dorongan akan menjadi amal yang sholeh dan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT. Segala upaya telah penulis usahakan untuk menyelesaikan makalah ini sebaik mungkin. Namun tidak tertup kemungkinan masih terdapat kekurangan dan kekhilapan didalamnya, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat di butuhkan bagi kesempurnaan makalah ini yang akan datang.

Padang,

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………….. i
DAFTAR ISI………………………………………………………………… ii
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang………………………………………………………… 1
B. Perumusan Masalah………………………………………………… 1

BAB II PEMBAHASAN
A. Perkembangan kognitif…………………………………………… 2
B. Perkembangan Sosial……………………………………………… 8
C. Usaha-usaha untuk meningkatkan perkembangan kognitif
dan sosial………………………………………………………………. 10
D. pandangan islam terhadap perkembangan sosial dan
kognitif anak……………………………………………………….. 12
BAB III PENUTUP
A. Kasimpulan………………………………………………………… 14
B. Saran……………………………………………………………… 14
DAFTAR KEPUSTAKAAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Banyak fase-fase perkembangan yang terjadi pada anak usia 2-5 tahun, diataranya terutama dalam perkembangan kognitif dan sosial. Dalam asfek kognitif perkembangan pada anak ditandai dengan banyaknya pertayaan yang di ajukan anak yang tentu saja menimbulkan kesiapan bagi orang tua untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan anak.
Dari segi sosial anak pada usia 2-5 sudah dapat berinteraksi dengan dunia luar yang ditandai dengan terbentuknya kelompok-kelompok kecil beranggotakan teman-teman sebayanya.
Begitu bangyak perkembangan yang terjadi pada usia ini sehingga menimbulkan minat bagi kami untuk memahami lebih dalam yang dibentyu pengayaan makalah ini.
B. Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas kami merumuskan masalah kami pada :
1. Pengaruh didikan orang tua terhadap perkembangan anak.
2. Bagaimana perkembangan kognitif dan sosial pada usia 2-5.
3. Bagaimana cara pengembangan kognitif dan sosial pada anak 2-5.
4. Bagaimana pandangan islam terhadap perkenbangan anak usia 2-5.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Perkembangan Berpkir (kogitif)
Perkembangan pikiran (intellect) pada dasarnya berhubungan erat dengan perkembangan bahasa, keduanya merupakan faktorpenentu bagi seseorang untuk menyampaikan gagasannya, keiginannya dalam mengadakan komunikasi dengan orang lain.
Perkembangan kognitif merupakan perubahan kemampuan berpikir atau intelektual.periode ini adalah tahap dimana kemampuan berpikir manusia mengalami peningkatan yang cukup signifikan terutama oada awal kelahiran, sejalan dengan otak perkembangan biologis.
Perkembangan pikirannya dapat dibedakan dengan dua bentuk yaitu :
a, perkembangan formal
yaitu perkembangan fungsi-fungsi fikir atau alat-alat fikir anak untuk dapat menyerap, menimbang, memutuskan, menguraikan, dan lain-lain. Contoh, perkembangan sistematika berfikir, teknik pengambilan keputusan dan lain-lain.
b, perkembangan material
yaitu perkembangan jumlah pengetahuan pikir (knowledge) oleh seseorang untuk dapat memiliki dan dikuasainya contoh, penguasaan tentang angka-angka, pendapat-pendapat, teori-teori dan sebagainya.
Secara keseluruhan perkembangan pikiran dapat diartikan sejalan dengan proses perkembangan pengamatan dan tangapan anak, maka perkembangan pikiranpun dapat dikotegorikan dengan dua tahap :
1, berpikir dengan kongkret ( dengan objek realis ) sehingga proses berpikir anak harus dirangsang atau di tuntun dengan benda peraga.
2, berepikir secara simbolis atau sistematis yaitu anak berpikir dengan mengunakan simbol-simbol ( tanda-tanda) maka di sini sudah kenal huruf, angka, skema, simbol-simbol tertentu, dan sebagainya.
Perkembangan pikiran juga dapat diperhatikan dari perkembangan menyusun pendapat/pengertian bagi seorang anak :
1) Mulai umur 1:6 tahun anak mampu mengungkapkan pendapat positif ( mama makan, adik mengis dan sebagainya)
2) Mulai umur 2:6 tahun anak dapat menyampaikan pendapat negatif walaupun sebenarnya anak menemui kesulitan. Contoh amir tidak pergi , ayah tidak makan dan sebangainya.
3) Mulai umur ± 3:0 tahun maka mulai mengritik ata mulai menilai sesuatu, mulai pada masa ini anak mulai mengambil keputusan.
4) ± 4:0 tahun mulai muncul adanya keragu-raguan pada diri anak yang diwujud dengan pendapat : mungkin, barang kali, kira-kira. Sebenarnya keraguan itu ada jika ada pengamatan-pengamatan anak sudah tertib.
5) Pada usia ±5:0 tahun anak sudah mampu menyusun kesimpulan anologi yang sederhana, contoh: ibu makan karena lapar, kesimpulan yang diambil adalah adik sedang lapar.
Kenyataan menunjukkan pada anak-anak belum mampu menyusun kesimpulan yang edukatif atau deduktif ini dapat dimengerti karena ;
1, pegertian yang dimiliki anak masih sangat sederhana ( tetapi akan berkembang pada masa sekolah)
2, ia belim mengenal hubungan sebab-akibat, kejadian-kejadian yang terjadi di sekitarnya masih samar-samar baginya. Maka perbuatannya sesuai dengan penafsirannya yang bersandar pada sifat-sifat anak itu sendiri. Sebab menutut Harlock bahwa seseorang anak dapat memahami sesuati secara terperinci dari apa yang di dengar dan dilihatnya, serta anak harus berpikir secara kreatif. ( hal tersebut dapat dilakukan anak) sejak anak sudah tidak lagi salah tafsir dari apa yang mereka amati .
Perkembangan penting
a) 36-48 bulan: memiliki 900-2000 kosakata, jumlah kata dalam kalimat rata-rata empat kata, kosa kata dan pemahaman berkembang, dan bermain dengan imajinasinya.
b) 48 bulan : bisa menghitung empat benda dengan benar; melompat dengan satu kaki; melempar dengan tangan, memasang kancing memiliki banyak pertanyaan dan dapat bercerita, kekamar kecil sesuai dengan kebutuhannya dan bermain dengan boneka dengan ijiminasinya, mampu memahami gambar yang sederhana, dan mengambar orang dalam bentuk yang sederhana misalnya kaki dan tangan.
c) 60 bulan ; melompat; belajar mengendarai sepeda; bisa menyebut empat warna dan menghitung sepuluh benda ; rata-rata kalimat enam kata yang termasuk banyak perincian :saya naik mobil paman kerumah kakek: tata bahasa sudah benar: bisa menjawab telpon; bisa mengunakan kata sifat( basar, labih basar) dan kata depan : ( di,ke ,me ): menceritakan cerita khayalan: menanyakan arti kata-kata, melompat dengan dua kaki, mampu mengikat tali sepatu dan mengetahui usianya, serta membedakan pagi dan sore.
Pembagian pikiran yaitu :
a, pemikiran sadar yaitu pikiran yang menginsafi pemikiran tindakannya disini terjadi pemikiran dan merupakan sumber bagi gagasan dan pegertian. Pikiran sadar menyangkut pemikiran egoisasinya dan perilaku yang beradap,
b, pikiran tak sadar yaitu bagian pemikiran ini direpresidan menjadikan tempat untuk meletakkan apapun yang tak memnuhi persyaratan, sesuatu untuk dicermati, imformasi dalam pemikiran tak sadar ini tidak mudah diakses dan beberapa diantara hanya bisa dinggat di waktu dihipnotis,

Untuk jelasnya, kami akan menguraikan perkembangan kognitif yang terjadi pada masa ini :
1) Dusta hayal priode usia 2-5 merupakan masa anak bangyak dipengaruhi dusta hayalnya. Hal ini terjadi karena anak belum mampu membedakan kenyataan dengan hayalan. Itu sebabnya kita jumpai anak pada masa ini sering bercerita pada kita terhadap hal-hal yang menurut kita mengada-ngada. Jadi dengan kata lain dusta yang dilakukannya bukanlah dusta yang di perbuat dengan segaja tetapi karena keterbatasan kognitif yang mereka miliki. Dalam mengembangkan khayalan-khayalan anak yang penting dilakukan oelh guru dan orang tua adalah menerima sebagaimana adanya, bukan memaksa atau menuntu melakukan sesuai dengan kemampuan orang dewasa, guru dan orang tua hanya mendorong dan memancing apa dipikirkan,yang dipahami oleh anak bukan memaksa anak untuk berpikir logis, jika dipaksa berarti memaksan anak untuk melakukan sesuatu hal yang tidak mampu dengan umur anak dan akhirnya dapat menimbulkan perasaan tidak mampu(inferiority) dan penilytan terhadap diri (self esteem) rendah dalam diri anak.
2) Merekam periode perkembangan berpikir anak seperti ini dinmakan priode berfikir praoperasional. Ciri lain dari kemampuan berpikir prafesional adalah kemampuan merekam pembicaraan orang lain yang sangat tinggi. Mereka mempunyai kemampuan yang samgat tinggi memahami pembicaraan orang la in dan menirunya, oleh karena tidak mengherankan jika kita melihat seorang anak umur empat lima tahun asyik mendengarkan pembicaraan orang lain. Makin tinggi intelegensi anak kemampuan rekamannya pun semain kuat dan tajam.
3) Egosentris kesadaran anak akan akunya atau keberadaan diri sendiri merupakan salah satu ciri tercpainya perkembangan berfikir pra0perasianal, anak menyadari bahwa dia adalah dia , dia bukan bagian dari ibu atau lingkunagnnya. Anak menyadari bahwa dia mempunyai kemauan, kehendak dan kepentingan sehari, namun belum mampu memahami kepentingan orang lain, anak pada priode ini menampakkan keakuannyadan egosentrisnya yang tinggi, sifat ini makin kuat menguasai tingkah laku anak-anak teka kelas kesil, mereka mudah menurut bahkan sering malakukan kecendrungan pertentangan, timgkah laku berpikir egosentris anak usia 4-5 tahun dapt diketahui dari perkataan atau pendapat mereka yang harus dingggap benar dan peting, mereka merasa apa yang di ucapkan dan dikatan adalah benar, walaupun tidak sesuai dengan kenyataan , anak tidak mempertanyakan pendapat atau perkataannya benar atau salah, anak justru berfikir perkataan tidak sesuai dengan keaddan dan dia menyalahkan keadaannya lah yang salah, terjadinya kejadian demikian adalah disebabkan belum berkembaىg logika anak dengan sempurna. Akibat perkembangan berpikir praoperasional lainnya terhadap tingkah laku anak adalah dorongan ingin tahu yang sangat kuat. Anak ingin mengetahui segala sesuatu yang ada di ligkunannya. Oleh karena itu anak serimg mengajukan pertanyaan apa, mengapa dan bangaimana misalnya anak bertanya : mengapa matahari tidak kelilhatan di waktu malam, mengapa tuhan tidak kelihatan, dan sebangiannya yang kadang-kadang sulit untuk di jawab. Sesuai dengan perkembangan anak yang demikian sangat tepat jika program mengenal merupakan program keharusan di taman kanak-kanak, sehingga kenginan anak untuk menjajaki lingkunagan dapat terpuaskan.
4) Kemampuan berpikir stastis menurut piaget (bee, 1978 ) anak umur 4-5 tahun berpikit stastis, karena belum melli8hat bagia-bangian merupakan keseluruhan. Sewaktu anak membagi dua benda maka anak belum memahami bahwa kedua bangian merupakan keseluruhan. Demikian juga anak belum mampu berpikir mundur yaitu jika air dalam botol kecil di pindahkan kedalam botol yang lebih besar anak belum mampu memahami bahwa iai ( volume ) air tetap. Anak umur 4-5 tahun kalau ditanya mana yang lebih banyak air dalam botol kecil atau dalam botol besar, maka anak akan menjawab air dalam botol kecil lebih banyak karena permukaan air tampak lebih tinggi, pada hal volume air pada kedua botol tersebut adalah sama.
5) Kemampuam memahami penngelompokan piaget berpendapat bahwa anak umur 4-5 tahun mamapu mengelompokkan objek yang memiliki intension atau ekstension. Kelompok intension merupoakan suatu kelompok objek kelompok objek khawalitas khusus, seperti kelompok biru, berarti semua anggota kelompok berwarna biru. Kelompok ekstension adalah suatu kelompok objek yang tidak memiliki khawalitas khusus, misalnya suatu kelompok segi tiga yang berarti dalam kelompok itu adsa segi tiga besar dan kecil dan warnya dapat bermacam-macam. Anak juga mamapu mengelompokkan dalam kelimpok inklusi atau pengemlompokan bertingakat misalnya : anak diminta untuk mengelompokkan objek geometri yang terdiri dari segi banyak, seperti segi enam segi lima, segi empat, dan segi tiga. Anak yang berkembang kemampuan kognitifnya mampu mengelompokkan berdasarkan hirarki yang dimaksud.
6) Memahamim konsep bilangan piaget yakun anak umur 4-5 tahun udah memahami dua konsep dasar yaitu konsep hubungan satu kepada yang satu ( one to one ) dan konserfasi (conserfation). Yang dikmaksud dengan konsep satu kepada satu adfalah kemamapuan untuk melihat kesamaan jumlah satu set onjeb denga satu set omjek yang lain. Misalnya kepada anak di berikan 1 set barang-barang yag terdiri dari botol, lilin, kunci, buku cacatan kecil, kalereng dan bola pimpong . kemudian di berikan sekantong barang yang berisi jenis yang sama dengan barang yang pertama. Anak dimintak mengantongi benda-benda yang sama jenisnya dengan benda dalam kantong yang diberikan anak umur 4-5 tahunbelum mampu secara sempurna melakukan hal ini karena belum mamapu memahami hubunganh satu set benda denag satu set yang lain. Kemampuan bahas sangat penting bagi perkembangan kognitif anak, begitu juga sebaliknya. Kalau anak diberi kesempatan untuk mengembang kemampuan berbahasa maka kemampuan kognitif akan meningkat (m piaget, 1963.., luria 1967.,kangan, 1969). Anak umur 3-5 tahun sudah berlajar menalar, beralasan dan memecahkan masalah sederhana.

B. PERKEMBANGAN SOSIAL
Perkembnagan sosial anak sangat di pengaruhi oleh perkembnagan intelegensinya. Dengan perkembnagan inteligensi yang sempurna maka terjadi perkembnagan bahsa yang sangat pesat pada umur ini anak menampakkan kemampuan dan kenginan berkomunikasi lebih banyak dan lebih baik dari umur sebeluknya. Keinginan untuk memaahami pandangan dan kerasan orang lain mulai berkembang. Kemampuan merupakan faktor penunjang yang memungkinkan anak berritenraksi dengan cara yang lebi baik atau memuaskan dengan orang lain. Seperti telah dikemukakakan sebelumnya bahwa kebutuhan dan peran teman sebaya sangat penting sangat penting dalam perkembangan tibngkah laku anak, baik tingkah laku intelegtual, sosial, emosional maupun moral. Bagaimana hal itu terjadi duaraikan pada pembahasan berikut ini :
a. Pola interaksi dengan teman sebaya pada umur 4-5 tahun anak senag bergaul dalam kelompok kecil (valintine, 1950). seterusnya green (1993) mengemukakan bahwa anak yang berumur lima tahun senag bermain dengan jumlah anggota kelompok tiga orang walaupun mereka mau juga bermain dengan anggota kelompok yang lebih besar dari itu lia orang. Begitu senangnya dan butuhnya anak dengan teman sebaya, anak mau bermain dengan teman sebaya yang tiodak di sukai, menyakitinya.
b. Teman sebaya dan pembentukan tingkah laku sosial bee (1978) mengemukakan bahwa begitu besarnya pengaruh teman sebaya sehingga dapat mengubah kebiasaan anak.anak mulai berlajar melepaskan sifat egosentrisnya. Anak makin menyadari bahwa anakl lani berbeda mandirinya dalam berbagai hal seperti kamauan, kenginan, dan kesenangan. Keadaan ini dapat menimbulkan konflik atau perselisiahan, namun semua ini merupakan hal yang wajar dan bahkan bermanfaat bagi perkembanga nak.
c. Teman sebaya sebagai model selain belajar menghargai teman sebaya atau mengembangan sifat-sipat sosial, maka yang sangat penting lagi adalah peniruaan terhadap teman sebaya. Anak kecil sangat suka menuru teman sebaya, atau teman sebaya menjadikan sebagai model. Pengaruh dari meniru teman sebaya lebih mudah meresap kedalam jiwa anak. Tinggak laku yang ditiru biasanya tingkah laku yang pendapat penghargaan. Tigkah laku yang altroistik akan dimilki oleh anak, jika ia di berti model teman sebaya yang memiliki tinggkah laku altroistik hula (Hartuk, 1967).
d. Pengaruh teka terhadap perkembangan sosial anak taman kanak-kanak (teka ) bwetangung jawab dalm pemberian bimbingan pada anak agar dapat menyesuaikan diri dengan orang lain. Oleh karena itu sekolah harus berusaha menciptakan interaksi yang menyenagkan dan mendorong anak-anak mengeksperesikan diri sendiri sendiri yang berbentuk ide, ungkapan perasaan dan keterampilan yang menariksehingga di sukai oleh teman-temannya, selam di teka anak mendapat pengaruh yang baru baik dari guru maupun teman sebaya.
e. Peranan guru dalam pengembangan tingkah laku sampai seberapa jauh perkembangan anak di teka dapat memberikan pengarih yang sangat positif terhadap perkembangan kepribadian dan tingkah lakunya.sangat ditentuakn oleh pelajaran dan pelayanan di sekolah, seorang guru sensitif dan reponsif terhadap kebutuhan perkembangan anak mampu menbciptakan interaksi yang menyenangkan, menimbulkan perasaan yang bahagia, damai bagi anak-anaknya, cara interaksi seperti ini dijadikan model bagi anak-anak dalm berrinteraksi dengan orang lain.

C, Usaha-usaha untuk meningkatkan perkembangan soaial dan kognitif anak
a, perkembangan kognitif
banyak hal yang terjadi pada anak usia 2-5 yang berkaitan dengan perkembangan , nah kita sebagai calon konselor dan sebagai orang dewasa perlu mengetahui untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak usia 2-5 yang sangat memberikan pengaruh terhadap perkembangan berikutnya,
a) Dusta hayal pola berpikir anak sangat dipengaruhi oleh dusta hayalan atau ijiminasi, hal tersebut yang sangat membuat mereka berbicara yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dan tidak masuk akal, mereka tidak mengetahui kenyataan dengan dusta hayal, kalau jika dusta hayal terus di biarkan sampai dewasa akan menyebabkan anak suka berbohong, oleh karena itu guru dan orang tua hendaknya memancing berpikir secara positif bukan memaksa anak untuk berpikir secara logis yang dilakukan orang dewasa,jika memaksa anak untuk melakukan hal yang tidak mampu ia lakukan dapat menumbulkan perasaan tidak mampupenilaian terhadap diri,
b) Merekam anak usia 2-5 kekutan merekamsangat kuyat bahkan apaun yang dikatakan ibunya dan teman –teman akan menjadi intersef yang akan diperaktekkan di kemudian hari, semakin tinggi intelajensi anak semakin kuat pula daya merekamnya, hal yang dilakukan guru dan orang tua adalah dengan melatih ingatan mereka melalui permainan karena anak-anak jiwanya akan mudak di sentuh melaui permainan, dan juga hendak menjaga pembicaraan yang seharusnya tidak boleh diketahui oleh anak-anak, menjaga dari perkataan kotor karena anak akan berkata sesuai dengan apa yang di dengarnya, memilih teman bergaul anak,
c) Egosentris ego anak usian 2-5 sangat menonjol kata aku dan ia menganggap hanya pendapat dia yang benar, untuk melayani anak yang egonya tinggi di butuhkan kasih, sayang, dan kesabaran yang tinggi dari guru dan orang tua, ini bukan berarti semua kemauan anak semua harus di pemuhi tetapi dengan membujuk anak untuk mengasihi orang lain. Guru dan orang tua dituntut untuk memahami mereka kalu tidak anak akan merasa tertekan kalau apa yang anak utarakan di bantah.
d) Kemampuan berpikir statis kemampuan anak untuk berpikir statis belum mampu membagi dua benda yang sama, untuk mengatasi hal tersebut adalalah memberikan permainan kemudian suruh naka melakukan sendiri dengan arahan orang tua, kalu salah orang tua memberikan pengertian mana yang salah dan mana yang benar.
e) Kemampuan memahami pengelompokan tentang pegelompokan anak usia 4-5 mampu mengelompokan sesuai dengan yang memilki entinsion atau ekstenion kemampuan ini tidak berkembangan dengan baik tampa ada yang mengarah dan memberikan bimbingan terhadap anak.
f) Memahami konsep bilangan kemampuan mamahami bilangan sangat penting dalam perkembangan kognitif, kalau perkembangan konsep bilangan anak maju dengan pesat sangat memberikan pengaru terhadap perkembangan kognitif anak.
b, perkekembangan sosial
perkembangan sosial anak sanagat di pengaruhi oleh intelegensinya , anak akan menampakkan kemauan berkomunikasi yang lebih dari masa sebelunya hal ini di pengaruhi oleh perkembangan intelajansinya.
Cara untuk mengembangankan soaila nak dengan membiyarkan anak bergau dengan teman sebayanya jangan pernah mengekanga anak di rumah di waktu ia keluar akan sukar beradaptasi dengan lungkungan terutama teman sebaya ia selau berbuat agresif.
Membiyarkan anak larut dengan teman sebanya juga salah, orang tua harus pandai menyeimbangi antara bkeduanya, bai denga mnegajak anak mengunjungi tempat yang berbeda ini sangat berguna ketika mereka terjn ke masyarakat mereka sangat mudah beradaptasi.

C. Pandangan islam terhadap perkembangan kognitif dan sosial anak
Banyak al-quran dan hadis yang mengambarkan perkembangan kognitif dan sosial manusia

Artinya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

Sesungguhnya Allah melarang pada ayat ini mnegolok-ngolok mengejek serta mneghina tetapi memangil dengan kata yang baik, kalu kita kaitkan dengan psikologi bahwa seorang anak perlu kasih sayang dan perhatian, ini akan terjadi perkembangan pada anak apabila lingkungan mendukung perkembangan anak dengan kasih sayang dan perhatian

Artinya :dan dia mengajarkan kepada adam (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakan kepada malaikat lalu berfirman : “sebutlah kepadakuy nama-nama benda jika kamu memang orang yang benar.

Menurut tafsir Dari ayat di atas terlihat jelas bagaimana Allah mengajarkan ilmu kepada nabi Adam. Ini dapat diibaratkan pengajaran yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya. Namun dalam pengajaran pada anak usia pra sekolah ini, ada satu hal yang harus diingat” jangan pernah melakukan pemaksaan pada anak “karena itu hanya akan menimbulkan kebosanan dan persepsi bahwa belajar itu identik dengan pemaksaan. Orang tua harus mencari trik-trik khusus agar belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan pada mereka.

PENUTUP
A. Kesimpulan
perkembangan yang terjadi pada usia 2-5 tahun, diantaranya perkembangan yang terjadi kognitif dan sosial anak. Pada perkembangan kognitif, ditandai dengan mulai banyaknya anak menanyakan ini itu pada orang sekitarnya sedangkan perkembangan sosial ditandai dengan berkembangnya lingkungan interaksi pada anak. Anak yang biasanya hanya berinteraksi dan bermain dengan keluarga,Kini telah mulai bermain dengan teman sebayanya dengan membentuk suatu kelompok bermain.
Orang tua harus bersikap bijak dalam menghadapi segala perkembangan ini agar perkembangan yang dihadapi anak ini terarah dan dapat berkembang dengan lebih baik.
Semua perkembangan anak di tentukan oleh lingkungan baik lingkungan keluarga maupun lengkungan luar .
B. Saran
Pengaruh lungan anak pada lingkungan sangat menentukan maka, orang tua harus bersikap bijak agar perkembangan yang terjadi pada anak dapat berkembang dengan baik. Orang tua harus bertindak dengan hati-hati agar apa yang dilakukannya tidak menyebabkan karakter anak mati karena jika hal itu terjadi hanya akan menimbulkan dampak yang buruk untuk masa yang akan datang. Orang tua harus senantiasa memfasilitasi perkembangan anak ini, tentunya sesuai dengan kemampuan orang tua itu sendiri.

DAFTAR KEPUSTAKAAN
1. Yusuf, syamsu. 2001. psikologi perkembangan anak. Pt remaja ; jakarta.
2. Berry, buth. 2001. frud siapa dia?. Erlangga ; jakarta.
3. Prayityo, elida. 2005. buku ajar anak usia dini dan sd. Angkasa; padang.
4. Prayitno, irwan. 2003. anakku penyejuk hatiku. Pustaka tarbiatuna ; bekasi.
5. Ahmadi, abu. Munawar sholeh. 2005. psikologi perkembangan.rineka cipta; Jakarta.
6. hasan, aliah.b, purwakania. 2006.Ipsikologi perkembangan islami. PT grafindo persada ; Jakarta.
7. Al-maraghi, ahmad Mustafa. 1992. tafsiran al-maraghi. Pt. toha putra; semarang.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: