Selamatdansukses’s Blog

Just another WordPress.com weblog

ILMU TAUHID

ILMU TAUHID

A.Pengetian Tauhid
1.menurut bahasa
جَعَلَ شَيْءٍ واحدًا
Artinya : Menjadikan sesuatu menjadi satu.
Tauhid berasal dari kata ahada yang artinya satu,esa.Piil madhinya “wahhada”yang masdarnya :tauhidan”artinya menyatukan atau mengesakan. Bertauhid maksudnya mengetahui dan memahami bahwa Allah itu tunggal dan Esa
2.menurut istilah.
هو العلم يعرف ما يجب و ما يستحل وما يجوز في حقّ االله و في حقّ الر سول
Artinya : ialah ilmu yang mengetahui apa yang wajib, mustahi, dan harus pada hak Allah dan Rasulnya.
a.Tauhid ialah percaya tentang wujud Tuhan yang maha Esa,yang tidak
ada sekutu bagi-Nya,baik zat,sifat maupun perbuatan-Nya.
b.Tauhid adalah suatu ilmu yang membahas tentang “wujud Allah” ,tentang sifat-sifat yang wajib tetap padanya,sifat-sifat yang boleh disifatkan pada-Nya dan tentang sifat-sifat yang wajib dilenyapkan dari pada-Nya.
c.Ilmu Tauhid ialah ilmu yang membicarakan bagaimana menetapkan keper- cayaan keagamaan(agama islam)dengan bukti-bukti yang yakin. `
d.Ilmu Tauhid adalah suatu ilmu yang mebicarakan wujud Tuhan yang Esa dan segala sesuatu yang bersangkut paut denga-Nya.Yaitu tentang sifat-sifat-Nya,perbuatan-Nya(ciptaan-Nya) dan hubungan antara Dia sebagai pencipta dengan ciptaan-Nya.Kesemuan itu harus diyakini secara qath’I , baik dengan mengunakan dalil naqli,dalil aqli ataupun dengan dalil widjani atau intuisi(perasaan halus).

B.istilah lain dari Ilmu Tauhid
1.Thelogy Islam
Dalam istilah asing Ilmu Tauhid juga dikenal dengan istilah Ilmu Theology Islam.Thelogy terdiri dari kata “theos”artinya Tuhan dan “logas” artinya Ilmu(science,study,discourse).Jadi Theology berarti Ilmu tentang Tuhan atau Ilmu Ketuhanan.
Dalam encyclopedia everimans yang dikutip oleh Muslim Munaf dikemukakan defenisi theology sebagai berikut:”science of religion,dealing therefore with god ,and man in his relation to god”(pengetahuan tentang agama,yang karnanya membicarakan tentang Tuhan dan manusia dalam hubungannya dengan Tuhan).
Bedasarkan Pengertian Ilmu Theolgi dan Ilmu Tauhid ,dapat ditarik persamaannya yaitu:
a.kepercayaan tentang Tuhan denga segala segi-seginya,yaitu termasuk didalamnya soal-soal wujud-Nya,keEsaan-Nya, dan sifat-sifat-Nya.
b.hubunganya dengan alam semesta,yang berarti termasuk didlamnya persoalan terjadinya alam,keadilan,Qadha dan Qadar,pengutusan rasul sekaligus meliputi wahyu,berita gaib seperti soal akhirat.
2.Ilmu Kalam
Yaitu ilmu yang membicarakan kalam Tuhan.Adapun persamaannya dengan Ilmu Tauhid sehingga disebut juga dengan Ilmu Tauhid adalah:
a.pesoalan penting diantarapembicaraan di masa-masa awal islam adalah firman Tuhan (Kalam Allah),yaitu Alqur’an,apakah azali atau non azali.
b.pembuktian kepercayaan agama menyerupai logika dalam filsafat.untuk membedakannya dengan ilmu filsafat ,maka pembuktian-pembuktian tersebut dinamai “ilmu kalam”.
3.Ilmu Aqaid atau Ilmu Ushuluddin
‘Aqaid jamak jamak dari ‘Aqidah(yang dipercayai hati).Aqida berasal dari kata ‘aqada yang artinya ikatan.jadi ilmu ‘aqaid yaitu ilmu yang menyangkut soal kepercayaan.
Disebut Ilmu Tauhid dengan sebutan ilmu ‘aqaid atau Ushuladdin adalah karna pokok pembicaraannya ialah soal-soal pokok-pokok kepercayaan agama yang menjadi dasar agama islam.
C.macam-macam Tauhid
Tauhid dibagi menjadi empat macam ,yaitu:
1.Tauhid Rububiyah
2.Tauhid Uluhiyah
3.Tauhid Ubudiyah
4.Tauhid Asma’ dan Sifat

a.Tauhid Rububiyah
Yaitu mengesakan Allah dalam hal penciptaan,kepemilikan dan kepengurusan.
Pengesaan Allah dalam penciptaan artinya kayakinan manusia bahwa tidak ada pencipta melainkan Allah semata.Firman-Nya:
                •                  

-“adakah pencipta selain Allah yang dapat memberi rezki kepada kalian
54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang Telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia bersemayam di atas ‘Arsy[548]. dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.
 ••                       

3. Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezki kepada kamu dari langit dan bumi ? tidak ada Tuhan selain Dia; Maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
Pengesaan Allah dalam kepemilikan artinya kita yaqin bahwa tidak ada yang memiliki makhluk kecuali yang menciptakan mereka(Allah).Firman-Nya:
          

189. Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu. Q.S Ali imran.189)

              

88. Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?”Q.S Al mukminun.88)
Pengesaan Allah dalam pengurusan artinya keyakinan manusia bahwa tidak yang mampu mengurusi kecuali Allah semata.Firman-Nya:

      •                       

31. Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup[689] dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka Katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?”

[689] sebagian Mufassirin memberi misal untuk ayat Ini dengan mengeluarkan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam. dan dapat juga diartikan bahwa pergiliran kekuasaan diantara bangsa-bangsa dan timbul tenggelamnya sesuatu umat adalah menurut hukum Allah. (Q.S Yunus .31)

b.Tauhid Uluhiyah
Yaitu pengesaan Allah dalam ibadah.Istilah ibadah dapat diperuntukkan bagi dua hal, yaitu :
1.”Ta’abbuda” yang berarti ketundukan kepada Allah azza wa jalla, dengan cara melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya karna dorongan cinta dan pengagungan.Firman Allah :
    •     

22. Janganlah kamu adakan Tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah). Q.S Al Isra.22)

2.”Muta’abbadu bih” kata beda yang mencakup apapun yang dicintainya dan diridhoinya,baik berupa perkataan atauperbuatan, yang zhahir atau yang batin. Firman Allah :
 ••          

21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, (Q.S Al- baqarah.21)

c.Tauhid Ubudiyah
Yaitu kayakinan bahwa tidak ada yang berhak mendapat pengabdian (ibadah) dari kitaselain Allah SWT
Kata Ubudiyah berasal darik kata kerja “’abada” yang berarti mengabdikan diri (ibadah),beribadah kepada Allah SWT.Yakni sejalan dengan pengertian Taqwa yaitu menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.Firman Allah :
          •    

181. Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, Maka Sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. Q.S Al-baqarah.181)

d.Tauhid Asma’ dan Sifat
Yaitu pengesaan Allah SWT dengan Asma’ dan Sifat yang dimilikinya. Hal ini mencakup dua hal,yaitu :
1.Penetapan atau menetapkan seluruh Asma’ dan Sifat bagi Allah ,sebagaimana yang Allah tetapkan dalam Alqur’an atau hadis Nabi.irman Allah :
    

5. (yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah. yang bersemayam di atas ‘Arsy[913].

[913] bersemayam di atas ‘Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya. .(Q.S Thaha.5)

2.penafian atau menafikan adanya sifat yang semisal dengan sifat-sifat Allah SWT.Firman Allah :
     
11. (yaitu) kaum Fir’aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?” .( Q.S Asy-Syura:11)

D.Dalil-Dalil dalam Ilmu Tauhid
a.Dalil aqli (rasio) atau manthiq
Yaitu bukti-bukti atau dalil-dalil menurut akal sehat atau logika ,dimana alam semesta dan kerumitan-keumitan hukumnya,segala yang diperoleh dalam alam ini melalui akal sehat untuk membuktikan sesuatu hal dalam Ilmu Tauhid .Misalnya:Dalil kekalnya Allah yaitu ala mini berubah-ubah atau penuh dengan perubahan,dengan demikian setiap yang mengalami perubahan itu alam (ada yang merubah).Allah mustahil beruba-ubah atau ada yang merubah ,selamanyaAllah tetap pencipta dan tak akan perna diciptakan atau diubah.
b.Dalil naqli (Alqur’an dan Hadis)
Yaitu segala pakta atau dalil yang tertera dalam Alqur’an dan Hadis tentang Ilmu Tauhid yang wajib diyakini kebenarannya.Misalnya :dalil adanya Allah yaitu fiman Allah dalam Alqur’an :
           

44. Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak[1153]. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mukmin.

[1153] Maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.Q.S Al-Ankabut;44)

E.Ruang Lingkup Pembahasan Tauhid
Pokok pembahasan dalam Ilmu Tauhid terletak pada tiga macam persoalan:
1. Esensi Tuhan itu sendiri dengan segenap sifat-sifat-Nya. Bagian ini dinamakan Qismul-Illahiyyah. Dalam membicarakan bagian ini, lahirlah masalah-masalah hangat diperdebatkan oleh ahli ilmu kalam yaitu tentang :
a. Sifat-sifat Tuhan, apakah memang ada sifat Tuhan atau tidak. Masalah ini diperdebatkan oleh aliran mu’tazilah dan aliran Asy-Ariyah.
b. Qudrat dan iradat Tuhan. Persoalan ini menimbullkan paham Qodariyah dan jabariyah.
c. Persoalan kemauan bebas manusia. Masalah ini erat hubungannya dengan qudrat dan iradat Tuhan. Apakah manusia bebas bebuat menurut kehendaknya sendiri atau terpaksa menurut kehendak Tuhan.
d. Masalah Al-Quran, apakah makhluk atau tidak, apakah Al-Quran itu baru atau azali.
Keseluruhan persoalan diatas sebenarnya kembali kepada pokok persoalan tentang sifat-sifat Tuhan.
2. Hubungan yang mempertalikan antara khalik dengan makhluk. Bagian ini dinamakan dengan Qismun-Nubuwwat. Dalam hal ini dibicarakan tentang :
a. Utusan-utusan Tuhan atau petugas-petugas yang telah ditetapkan Tuhan melakukan pekerjaan tertentu, yaitu malaikat. Diantaranya bertugas menyampaikan wahyu kepada rasul.
b. Wahyu yang disampaikan Tuhan sendiri kepada para Rasulnya, baik yang langsung atau dengan perantaraan malaikat. Didalamnya tercantum persoalan yang berhubungan dengan hal-hal nyata ataupun ghaib.
c. Para Rasul itu sendiri yang menerima perintah dari Tuhan untuk menyampaikan ajaran-Nya kepaa manusia.
3. Persoalan yang berkenaan dengan kehidupan sesudah mati nantinya, yang disebut dengan qismu al-sam’iyat. Hali ini meliputi hal-hal sebagai berikut :
a. Kebangkitan manusia kembali di akhirat.
b. Hari perhitungan, yaitu manusia akan dihadapkan kepada suatu persidangan yang luar biasa, dimana akan diperhitungkan segala amal perbuatan manusia selama hidup di dunia ini. Juga persoalan “mizan” ditimbangnya segala dosa pahala manusia.
c. Persoalan shirat atau yang sering pula dikenal dengan tempat pembalasan yaitu”surga dan neraka”
Persoalan lain yang brsangkut paut dengan persoalan hari akhirat ini adalah persoalan tentang kafir dan mukmin. Itulah persoalan-persoalan pokok yang menjadi ruang lingkup bahasan ilmu tauhid. Persoalan-persoalan ini pula yang menyibukkan umat islam yang menyebabkan lahirnya berbagai aliran atau mazhab dalam Islam.
F.Tujun ilmu tauhid
Ilmu Tauhid ialah ilmu yang memberikan bekal-beka; pemahaman tentang pedoman keyakinan hidup mausia dalam mengarungi samudra dan gelombang hidup.Diantara ujuan Ilmu tauhid adalah sebagai berikut :
1. Agar kita memperoleh kepuasan batin ,keselamatan dan kebahagian hidup didunia dan akhirat, sebagaimana yanh dicita-citakan.
2. agar kita terhindar dari pengaruh aqidah-aqidah yang menyesatkan.
3. agar kita tehindar dari faham –faham yang menyesatkan (materialisme,kapitalisme,komunisme ,sosialisme,kolonialisme dan sebagainya yang bersifat kebendaan semata).
G.Hukum dan Hikmah Mempelajari Ilmu Tauhid.
a. Hukum mempelajari Ilmu Tauhid .
Ilmu Tauhid ialah ilmu yang membahas pokok,dasar dari keyakinan atau aqidah islam sebelum jauh masuk kedalam syariat islam itu, oleh sebab itu sebagaimana pokok ajara islam lainnya,mempelajari Tauhid hukumnya adalah wajib.
b. Hikmah mempelajari Ilmu Tauhid.
Setiyap manusia pada hakekatnya mempunyai benih iman, untuk mengenal Allah SWT.hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW:
“setiyap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah(agama yang benar) yakni agama Tauhid ,hannya ibu bapaknyalah yang menyebabkan sianak yahudi,nasrani atau majusi(H.R baihaqi)
Dengan fitrah inimanusia semakin terdorong untuk mengenal tuhan nya,yakni mampelajari Ilmu Tauhid.Apa bila Tauhid sudah masuk dalam jiwa seseorang maka dalam jiwanya akan tumbuh perasaan :
1. Zuhud :rela atas pemberian Allah SWT untuk dirinya mengenai rezeki,kedudukan dll.sehingga hidupnya teratur ,damai dan tidak diperbudak nafsu.
2. Optimis :menpmpunyai asa harga diri dan menghargai orang lain, seba ia yakin semua orang punya kedudukan yang sama.ia tidak akan merasa minder atau merasa berada dibawah derajat orang lain.
3. Mawaddah wa rahmah :rasa kasih sayang terhadap sesama manusia,ebab ia yakin pada Allah SWT ,dimana dalam Alqur’an Allah mengajarkan muslim itu bersaudara,tolong menolong ,terbuka dan setiyap manusia akan diberi balasan sesuai perbuatannya.
Dengan demikian maka akan lahirlah dalam diri manusia itu keperibadian yang :
1. beristiqomah dijalan Allah SWT
2. gemar untuk bebuat yang bermanfaat untul umum
3. gemar berjuang dijalan allah (infaq,zakat,dll).

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: